Wednesday, October 15, 2014
Dear, Semutku..
Saturday, February 15, 2014
Hidup?
Ada mereka yang menangis dan terlupakanAda mereka yang tertawa dan bersembunyiAda mereka yang tersenyum dan merintihAda mereka yang bersedih dan membatuSebenarnya apa? Kenapa?Haruskah semua perasaan terbuang bersama air terjun?Lalu apa? Mati?Tapi ini hidup.. Ya.. Ini hidup..Berusaha bertahan dalam kelamBerusaha bertahan dalam kekosonganHidup.. Ya.. Ini hidup.. click utk lihat lebih lanjut...
Friday, December 7, 2012
Untitled
Friday, March 2, 2012
Senja
Ini adalah senja? Ya.. Ini adalah senja. Kau dapat mengetahuinya dari keindahan yang akan membunuhmu pelan-pelan. Benarkah? Entahlah...
Tuesday, February 7, 2012
Mati?
Ah.. tidak.. Angin membisikkannya lagi padaku. Begitu perlahan namun cukup terdengar. Ada apa? Apa Tuhan sedang menghukumku karena aku berbuat nakal?
Tapi, saat ini rasanya aku ingin berlari menuju samudra luas. Atau bermain dengan pisau yang dibawakan oleh malam untukku. Atau mungkin berdansa dengan nyanyian yang datang dari jurang itu. Bolehkah, Tuhan?
Wednesday, February 1, 2012
Pembicaraan Sebuah Hati?
Benarkah? Hatimu hancur? Hahaha... Kau hanya membuatku tertawa. Tertawa dengan begitu kencang dan begitu lantang. Bagaimana mungkin hatimu hancur jika sejak dulu kau memang tidak mempunyai hati? Bagaimana mungkin kau merasa kau memiliki hati padahal hatimu sudah jauh tertiup angin? Dan sekarang kau menangis?! Simpan saja semua air matamu yang busuk dan laknat itu! Tak seorang pun ingin tahu.
Pergi saja! Kau bahkan tak pernah becus mendengarkan. Kau tak pernah bisa menjadi sesuatu seperti ulat yang berubah menjadi burung merak. Kau layaknya sebuah batu yang terdiam dan menatap, berpikir dirinya adalah burung. Mati saja kalau kau mau! Aku akan tertawa saat hari pemakamanmu datang. Aku akan memasang lagu menghentak yang akan menggetarkan kuburanmu.
Tangisan itu kembali pecah. Lebih pelan dari sebuah isak tangis. Hei! Kau bahkan tak mengenalku! Bagaimana mungkin kau begitu yakin dengan diriku? Bagaimanapun juga aku tak ubahnya sebuah batu yang tertutup pasir untukmu. Aku hanyalah sebuah nista yang tak pernah kau anggap.
Karena aku yang telah membunuhmu.....
Friday, December 30, 2011
Biarkan Aku Mati
Aku tak ingin lagi bertahan. Aku lelah terpuruk bersama daun yang begitu melelahkan dalam hidupku. Aku ingin menerjunkan diriku dalam sebuah tepi jurang yang sangat dalam. Berteriak sekuat mungkin. Lalu, hening.... Ya, hening..... Biakan keheningan menyelimutiku dengan tubuh beku yang terbujur kaku.
Tak dapatkah aku mati saja? Jangan bawakan aku apapun. Termasuk lilin kecil yang menyala terang. Aku tidak ingin. Aku hanya ingin kegelapan dan kesunyian.
Monday, October 24, 2011
Diam. Ssstt...
Aku terdiam. Bukan karena aku ingin! Hujanpun hanya terdiam saat menatapku tanpa tangisan. Pepohonan melambaikan dahannya padaku karena melihatku terdiam. Tidak. Itu hanya fatamorgana yang ditampilkan melalui sebuah rasa yang dicerminkan ke kepalaku. Membuatku menangis? Tidak! Hancur? Entahlah..
Wednesday, October 12, 2011
Aku Bukan Ingin...
Aku merangkai kata-kata ini
Berharap terdengar dan berdoa
Sebuah rasa yang tersembunyi
Menjadi kata yang terucap dalam angin
Aku merangkai kata-kata ini
Berharap terdengar dan terasa
Sebuah hati yang menggeliat
Namun tertahan dalam sebuah raga
Aku bukan ingin berlari kawan!
Aku bukan ingin bersembunyi!
Memperlihatkan ekspresi kosong yg kalian kenal
Namun hanya sebuah hal yg tertelan
Aku bukan ingin menghilang kawan!
Aku bukan ingin menghindar!
Hanya kata yang ingin terlontar
Namun pada akhirnya hanya mengendap
Aku bukan ingin pergi kawan!
Aku bukan ingin berpaling!
Tangisanku pun telah mengering
Namun wajah hanya sebuah permainan
Aku tahu dan aku mengerti
Ini bukan rangkaian kata yang penuh diksi
Tak pula banyak bermakna konotasi
Namun aku hanya sedang meratap diri
Yang terdiam dan menantithere's nobody see my pokerface isn't it? But, u have to know, there's something deeper than what i showed u :')
click utk lihat lebih lanjut...
Tuesday, October 4, 2011
Kapan??!!!
Aku ingin berhenti dalam sebuah permainan wajah yang terbatas. Mengapa harus dibatasi? mengapa tak membiarkan aku membentuk kata dalam sebuah makna? Biarkan aku terbang menjadi asa! Mengapa kata tercipta menjadi tempat bersembunyiku?!
Adakah permainan lain? Tanpa kata? Hanya ada diriku? Tuhan, aku merindu! Tuhan, aku lelah! Tuhan, temani aku! Tuhan, ijinkan aku menangis bersamamu. Tuhan, biarkan aku melepaskan kata yang menyelubungiku.
Look at me! Look at my face! Look at my eyes! Look at my soul!
anybody..??!!
Monday, September 19, 2011
Untitled
Berpaling! Pergi! Aku lelah dengan kehidupan yang begitu bermasalah. Saat senja tak pergi mengiringiku. Saat bulan tak lagi menjadi saksi bisu atas semua jatuhnya diriku yang kabur dalam waktu.
Wednesday, September 7, 2011
Tangisan dan Kata
Jadi, mengapa kau harus peduli? Kata masih menemani bukan? Bersama tangisan-tangisan tak dikenal yang muncul saat aku berpaling. Sebuah gerakan wajah yang hanya menyisakan selang detik dalam tangisan itu.
Jadi, apa kau mengerti? Kataku itu hanya sebuah kebodohan dalam tangisan yang mendera tajam. Menjadi sebuah pisau kecil yang begitu tajam. Apa kau mengerti?
Boneka Jiwa
Ya! Jiwaku merayap perlahan menuju sebuah tangisan hati yang begitu memilukan. Kenapa? Jangan tanyakan itu padaku!! Aku hanya boneka! Aku bahkan tak tahu telah sampaikah jiwa yang membawa rasa belas kasih untuk ia yang menangis?
Ya! Jiwaku berjalan dengan langkah yang terseok-seok. Menenangkan suara tangis yang terdengar bahkan ke telingaku yang hanya dapat mendengar kata-kata ambigu. Dan jiwaku hanya akan sendiri dalam kegelapan dan terjatuh bersama tangisan. Lalu jiwaku telah kehilangan arahnya. Lalu, dimana kasih itu?
Tuesday, August 30, 2011
Aku Tersenyum :)
Aku tersenyum. Bagaimana tidak? Makna telah menjauh dalam sebuah kedekatannya untukku. Makna yang telah begitu lama kunanti. Makna yang telah menjadi sebuah kenangan dalam hati yang terjatuh dengan caranya yang elok. Makna yang tersakiti karena sebuah kebahagiaan yang terbang. Bagaimana aku tidak tersenyum karena itu?
Monday, August 29, 2011
Tanpa Arti
Namun, apa berbeda? Tidak! Makna dan arti hanya memiliki sebuah perbedaan tipis seperti salju putih yang begitu rapuh. Yang akan rusak begitu saja ketika kau menyentuhnya dengan jari kelingkingmu itu.
Jadi, dapatkah kau memberitahuku? Atau kau hanya dapat terdiam melihatku meregang nyawa tepat disamping tempat tidurmu itu?
Sunday, July 31, 2011
Sajak Tanda Tanya
Waktu? Cita? Rasa? Angin sepoi? Debur ombak? Tangisan? Batu? Jaring para ikan yang berenang? Sesak? Mimpi? Tawa? Beritahu aku!!
Apa? Mengapa? Bagaimana mungkin? Ada apa? Beritahu aku!!!
Monday, July 25, 2011
Di Antara Senja dan Malam
Aku ada di antara senja dan malam. Ketika senja tidak ingin meninggalkan langit yang begitu damai sedangkan malam sudah tidak sabar menanti untuk pergi menyambut para bintang. terlihat begitu memukau namun juga begitu mengerikan. Terlihatkah?
Aku berlari di antara senja dan malam. Yang tak terbagi saat mereka berjalan di langit. Yang terlihat begitu indah ketika mereka berpadu. Yang memberikan sebuah kedamaian di antara kegelisahan. Yang menyembunyikan kehidupan yang sedang menuju kepalsuan. terlihatkah?
Friday, July 22, 2011
Inilah Aku!
Yaa... Inilah aku! Terpaku pada sebuah masa yang membelenggu diriku kuat-kuat. Ingin kuteriakkan sebuah senja!! Namun toh pada akhirnya aku hanya sebuah bayangan yang terjebak dalam rahim seorang ibu.
Mungkin aku bisa saja menjadi seorang pujangga yang menjual kata-katanya. Namun mereka mencemoohku ketika aku sedang berdiri sendiri. Terdiam. Terpaku. Tanpa kata yang menghujam indah dan sakit.
Yaa... Inilah aku! Tersenyum kuat-kuat ketika kalimat menjadi begitu kehilangan makna! Ketika sebuah kata hanya menjadi sebuah cacian yang dilontarkan atas nama bulan. Padahal ia bukanlah seorang yang melihatku disini.
Mungkin aku bisa saja menghujat sebuah asa yang dibawa kabur oleh sang waktu! Namun apa berguna? Toh angin berhembus keras padaku dan menjadi angin sepoi dihadapan sang senja.
click utk lihat lebih lanjut...
Monday, July 4, 2011
Asa dan Rasa
Dan apabila kita terjatuh dalam langit, dapatkah kita bertahan? Menuju sebuah kegelapan yang tiada berujung dan hanya akan berbalut dalam kepahitan dan penderitaan. Lalu apa? Apa yang akan terjadi?!!
Biarlah rasa yang mengantar kita. Menuju sebuah tempat yang bertahtakan bintang dan bermandikan sebuah air terjun warna-warni. Biarkan Ia yang membimbing rasa menjadi sebuah kata yang berbalut makna.
Dan asa yang terkembang dari sebuah rasa akan menjadi sebuah derita kehidupan yang berbalut keindahan dalam sebuah rumah di sebuah hati yang bersinar terang seperti sebuah mentari
Friday, July 1, 2011
Sebuah Do'a
Tuhan! Kehidupan ini sangat lucu! Mencinta angin yang tak terlihat namun menyejukkan! Mencinta batuyang begitu keras dan penuh dengan kegelapan. Mencinta diri yang selamanya hanya akan menjadi seseorang!
Tuhan! Ini kehidupan yang lucu! Aku akan tertawa keras hingga seluruh dunia dapat melihatku. Aku menjadi sang dewi dalam sebuah kehidupan. Dan aku akan terjatuh dalam asa yang katanya berbuah makna yang begitu dalam.