Monday, July 4, 2011

Asa dan Rasa

Dan asa itu kembali berkembang. Menjadi kabut yang mengurangi penglihatan dalam sebuah kegelapan. Kau tahu? Waktu hanya akan bermain-main dengan kehidupan. Waktu hanya ingin bercanda dengan sebuah Dunia.

Dan apabila kita terjatuh dalam langit, dapatkah kita bertahan? Menuju sebuah kegelapan yang tiada berujung dan hanya akan berbalut dalam kepahitan dan penderitaan. Lalu apa? Apa yang akan terjadi?!!

Biarlah rasa yang mengantar kita. Menuju sebuah tempat yang bertahtakan bintang dan bermandikan sebuah air terjun warna-warni. Biarkan Ia yang membimbing rasa menjadi sebuah kata yang berbalut makna.

Dan asa yang terkembang dari sebuah rasa akan menjadi sebuah derita kehidupan yang berbalut keindahan dalam sebuah rumah di sebuah hati yang bersinar terang seperti sebuah mentari
click utk lihat lebih lanjut...

Friday, July 1, 2011

Sebuah Do'a

Tuhan! Bukankah ini kehidupan yang lucu? Membuatku terbahak dengan tangisan. Memberikan air mata yang tak kunjung behenti dalam sebuah celaan. Menusukkan kerikil-kerikil tajam dalam hati yang telah tergores perih.

Tuhan! Kehidupan ini sangat lucu! Mencinta angin yang tak terlihat namun menyejukkan! Mencinta batuyang begitu keras dan penuh dengan kegelapan. Mencinta diri yang selamanya hanya akan menjadi seseorang!

Tuhan! Begitu lucu sebuah kehidupan! Mengapa tak kau ciptakan lebih banyak drama? Dengan tokoh-tokoh yang begitu beranekawarna? Mengapa tak kau ciptakan sebuah panggung megah yang akan bersanding sepasang pengantin saja?

Tuhan! Ini kehidupan yang lucu! Aku akan tertawa keras hingga seluruh dunia dapat melihatku. Aku menjadi sang dewi dalam sebuah kehidupan. Dan aku akan terjatuh dalam asa yang katanya berbuah makna yang begitu dalam.
click utk lihat lebih lanjut...

Belajar Dewasa :)

Hari ini saya merasa ada sesuatu yang berubah dari diri saya. Sejak kapan saya menjadi seperti ini? Sejak kapan saya mulai merasa tumbuh dan berubah menjadi seseorang yang dewasa? Sejak kapan saya lebih bisa mengontrol rasa kesal terhadap orang tua saya ketika mereka melarang berbuat sesuatu?

Saya telah menyusun rencana untuk hari ini. Saya telah sangat siap dengan rencana saya tersebut. Namun ketika kaki saya tinggal melangkah sedikit lagi untuk melaksanakan rencana itu, kata TIDAK BOLEH meluncur dari mulut kedua orang tua saya. Dan buyarlah semua rencana yang telah saya susun hari ini.

Sedih! Benar-benar sedih! Kecewa pun menghampiri saya! Dan bahkan saya sempat menangis. Semua hal yang sudah kurencanakan hancur hanya dalam hitungan detik.

Namun tangisan yang saya keluarkan itu semata-mata karena saya merasa sangat sedih karena rencana saya untuk bertemu dengan seseorang gagal begitu saja! Namun tidak ada perasaan kesal terhadap larangan orang tua saya. Tidak ada merutuk dalam hati ketika orang tua saya melarang.

Yang saya coba pikirkan justru mengapa orang tua saya melarang saya pergi untuk kali ini? Dan saya berusaha untuk memahami alasan orang tua saya. Dan jujur, setelah hari ini saya ingin berusaha untuk belajar memahami kedua orang tua saya :)
click utk lihat lebih lanjut...

Berdialog Dengan Tuhan

Manusia itu diciptakan berbeda antara satu sama lain. Saya ingat ketika kelas 10 guru sosiologi saya berkata bahwa ada manusia yang introvert dan ekstrovert.

Seseorang yang introvert biasanya memiliki kepribadian yang tertutup. Mereka biasanya sangat pendiam dan tidak ingin menjadi pusat perhatian. Menarik diri dari pergaulan dan tidak pernah menceritakan perasaan mereka kepada siapapun.

Sedangkan seseorang yang ekstrovert merupakan kebalikannya. Mereka biasanya senang berbicara dan menjadi pusat perhatian. Mengutarakan apa yang mereka rasakan bukanlah sesuatu yang sulit untuk mereka.

Dan saya berada di tengah-tengah sifat tersebut. Saya merupakan seseorang yang senang berbicara di depan orang lain bahkan beberapa orang di dekat saya menganggap saya adalah seseorang yang cerewet. Namun dibalik itu semua saya adalah seseorang yang sangat susah untuk mengatakan apa yang saya rasakan dan cenderung tertutup.

Yang menurut saya lucu, saya bahkan tidak terlalu pandai mengungkapkan isi hati saya saat sedang berdo'a. Ketika saya selesai shalat dan akan mulai berdo'a, saya merancang kata-kata apa yang akan saya ucapkan. Bukankah itu hanya sebuah perbuatan yang konyol? Karena bagaimanapun juga, Allah maha mendengar isi hati kita bukan? Hehehe....

Hingga pada suatu hari saya memutuskan untuk tidak berdoa dengan cara umum lagi. Sekarang saya lebih seperti berdialog dengan Tuhan. Menangis, bercerita, mengeluh, memohon, dan tertawa saya lakukan seakan-akan ada seseorang di depan saya. Saya menganggap Tuhan saat itu ada di dekat saya dan sedang mendengarkan semuanya. Dan kini, saya menjadi seseorang yang dapat lebih terbuka dengan Tuhan. :)
click utk lihat lebih lanjut...