Friday, January 7, 2011

Mengertikah kau akan Ia?

Dan janganLah terpaku pada sebuah hati yg tertancap. Karena ia terus berdiri di sana. Ia merupakan kata yg tak terucap. Ia merupakan hati yg tak terjamah. Ia adaLah sebuah kemurnian di antara dunia yg penuh dgn kepahitan hidup.
Ia yg terjatuh dalam jurang makna yg tak tersentuh. Bahkan dalam kalbumu tak selalu berjumpa dengannya. Mengapa? Padahal ia begitu dekat dengan jantungmu. Atau kau lebih berselera menjatuhkannya dalam sebuah kata yg tak bermakna? Padahal ia berjalan di depanmu dan bersanding dgn waktu.
Lalu bagaimana denganmu?
Masihkah ia menjadi seseorang? Padahal ia adalah Dia. Masihkah kau berpaling? Padahal Ia mencintamu. Masihkah kau tersedu? Padahal ia menadahkan tangan dalam diammu. Masihkah kau sendiri? Padahal Ia terduduk dan tertidur bersamamu.
Dan jika seperti itu kau adalah makhluk bodoh yg tak mengerti asa, waktu dan kasih yang terbelenggu dalam sebuah siksa kabut. Dan makhluk yg selalu terjatuh meski berdiri tegak bersama angin yg terdiam.
click utk lihat lebih lanjut...

Thursday, November 4, 2010

Sakit :(

Hari ini saya merasa agak kurang sehat. Bahkan pagi ini di kelas keringat dingin sempat bercucuran. Sebenarnya dari beberapa hari yang lalu saya telah merasa kurang sehat. Namun baru kemarin keadaan saya semakin parah. Ya... Kemarin flu benar-benar menyiksa saya. Kedua lubang hidung saya tersumbat dan mengakibatkan saya tidak dapat menghirup oksigen yang memberi saya kehidupan (untung saya masih punya mulut. hehe). Tidur pun harus bangun berkali-kali sebelum saya dapat benar-benar terlelap.

Dan pagi ini sebenarnya saya merasa kurang enak badan dan sedikit pusing. Tapi sayang rasanya apabila saya ijin untuk tidak masuk sekolah. Di kelas 3 ini bila tertinggal pelajaran selama 1 hari rasanya akan sangat sulit mengejarnya. Lagipula hari ini akan dibagikan rapot uts. Saya akan ketinggalan banyak hal bila hari ini tidak masuk sekolah.

Tapi ternyata sakit itu benar-benar tidak enak ya? Saya merasa cukup menderita di pagi ini. Pilek, panas-dingin, pusing. Wah... Pokoknya sama sekali tidak dapat menikmati pagi deh. Hm... Tapi kalau lagi sehat, kadang saya tidak pernah mensyukurinya. Kenapa ya? Haha... Ternyata saya memang manusia. Yang ketika berada di awang-awang hanya bisa melihat ke atas dan ketika terjatuh baru menyesali keadaan. Saya memang tidak sempurna dan tidak bisa selalu merasa puas akan apa yang saya dapatkan.

Saya ingat sepenggal lirik lagu milik edcoustic. 'Betapa indah nikmat sehat itu'. Dalam keadaan sakit sseperti ini saya dapat memahami (bahkan sangat memahami) arti dari lirik tersebut. Sekarang saya hanya dapat berikhtiar dan berdoa agar segera sembuh. Dan semoga setelah sembuh saya dapat menjaga dan mensyukuri nikmat sehat yang telah Tuhan berikan untuk saya.

Huah... Saya ingin segera sembuh agar dapat menikmati hidup yang saya jalani dengan lebih menyenangkan!
click utk lihat lebih lanjut...

Wednesday, October 13, 2010

Harapan Dan Cita-cita Serta Kerja Keras

Saya dan harapan... Saya dan cita-cita... KIta adalah sesuatu yang tak bisa dipisahkan. Karena saya penuh dengan harapan dan cita-cita. Beberapa rencana jangka pendek dan jangka panjang. Ditambah lagi saya kini telah menjabat sebagai siswi kelas 3 sma yang akan segera menempuh hidup sebagai seorang mahasiswa (ini hal yang sangat saya tunggu :> ). Cita-cita saya bertambah dan harapan saya berkembang.

Sibuk memang. Sulit pun tak saya pungkiri. Tapi bukankah itu hidup? Sejujurnya, saya menikmati semua kesulitan yang saya hadapi. Semua kesulitan dan kesusahan menjadi tantangan tersendiri bagi kehidupan saya. Bahkan tak saya pungkiri, kesulitan itu berhasil memacu adrenalin saya yang pada akhirnya membuat saya bahagia (Lho... apa bisa ya? hehe...). Memang terkadang saya ingin kabur dari masalah dan tantangan yang saya hadapi, terkadang saya lelah dengan semuanya. Tapi, saya pun selalu bersyukur karena Tuhan selalu memberikan saya semangat lewat jalan-Nya sendiri. Dan semangat saya yang berkali-kali hilang, berkali-kali akan datang kembali dan tersenyum pada saya.

Dan sebenarnya, cita-cita dan harapan itulah yang selalu membuat saya melaju perlahan namun pasti. Cita-cita dan harapan yang selalu mengisi semangat saya yang berkali-kali hilang. Hm... Tidak heran mengapa banyak penulis yang menjadikan cita-cita dan harapan sebagai tema cerita mereka. Karena hanya manusia yang memiliki cita-cita harapan yang mempunyai penopang hidup dan membuat mereka selalu bekerja keras untuk mencapainya.
click utk lihat lebih lanjut...

Tuesday, October 12, 2010

Aku, Kau dan Asa

Hanya termenung dan menjadi. Aku menangis namun kau tak menyadarinya. Karena aku berada dalam bayang sang waktu yang menjadi asa yang tersakiti. Namun kau tersenyum. Berkata asa baik-baik saja dan akan selalu bersama kelam yang menjadi cahaya. Dan selalu bersama temaram yang menjadi bahagia.

Lalu mengapa ia tersakiti? Kau hanya tersenyum. Itulah asa dalam pikiranmu. Tersakiti namun tak terpungkiri. Terlelap dalam masa dan terbangun dalam kasih. Tapi ia tersakiti jeritku. Kau tertawa. TIdak, katamu. Kau menjerit dan asa tak tersakiti. Kau tau mengapa? tanyamu. Dan aku menjawabnya dengan tangis.

Kau mencium keningku. Karena dirimulah sang asa, katamu. Aku menatapnya. Ya benar! aku adalah asa. Begitupun dirinya. Kita adalah asa. Asa yang tak akan tersakiti meski tertidur dalam waktu. Karena kita bertumbuh bersama waktu.
click utk lihat lebih lanjut...