Monday, January 25, 2010

The Spirit of Life

CHAPTER 1

“Clara! Are you ready for today?” Said Karen with embraced Clara. Clara just gave her smile to answer her friend’s question. “Ready or not, we must ready isn’t?” said Clara to her friend, Karen. “Yeah!” said Karen and saw her watch, “oh... it’s a quarter to seven already,” said Karen and felt the sun shine on her cheek.
The sun started show his light and the school was started noisy by the student who already came and walked in the coridor. Clara showed the most beautiful smile that she ever had. Made everyone in the coridor wave their hand, smile, and say ‘hi’ to her. And magically give a cheer in the morning in the school.
Clara was become one of the favourite students in her school. Because she was a really kind girl beside she was an intimate, pretty and smart girl. And she had a friend who very solidary with her named Karen. Karen was a nice, kind and pretty girl just like Clara.
Many people ask them if they were a sisters and for some people who don’t kow them well always think that they were twins. They just laughed if heared that and tell the truth. But, that’s not so curios. Because both of them have an interesting face. Clara has a little body with a cheers smile like a little girl and Karen has a firm body with a nice eyes which darn that she always ready to protect Clara. Clara like a little sister when they walked together.
And the most important is nobody in this world who really close like them. They like a sibling or maybe more. If we use the words that a little poetical, we can say if Clara is a flower so Karen is a buterfly, if Clara is an earth so Karen is a soil. Karen was the only place for Clara to cry, laugh, smile, et cetera. She was the only person who make Clara felt so comfortable to share a happiness or sorrow. And Karen neither.
* * *
In the day, the street was really stuck. The people who can’t be patient anymore push their klaxon and make this day become more noisy. Maybe it’s caused by the sun that was hot and hot and hot.
Clara and Karen, who leaved their school already, seem so tired on their way to go to Clara’s house. Today Karen will go to Clara’s house for to do their task together. “Your house is still far Clara,” said Karen. “I know. But that’s not mean we’ll never arrived to my house.” Clara’s said with a smile just like her habit.
“You know Clara? The sun really make me tired. Can we turn off the sun for a while?” said Karen. “That’s a good idea for me,” Clara agreed and than they laughed. “Maybe it’s better if we have a soft drink in our hand now,” said Clara and saw around hope find a market so they can buy a soft drink. Karen nod her head.
Suddenly, “This is really a bad day!” Karen’s sigh accidentaly. “What’s the matter?” asked Clara. “I still feel dizzy for the test. For algebra test! What a test!” said karen. “Oh c’mon... That’s not really bad. Just see the positive side for today.”
“And what is positive side for today?”
“I don’t really know actually. Hehe...”
“Oh yeah... That’s make me REALLY better,” said Karen without smile. “Hey... I’m kidding... be calm girl! That’s just a test, remember? Don’t be so mad like that,” Clara tried to to make quiet down Karen. “Yeah... And if I get a bad mark, my parents will be so mad at me, remember?” Clara just smiLed listen Karen’s compliment.
Now they felt more thirsty than before so they stop their conversation. Hope it will helped them to stop their wish to drink. Their step became faster and faster. The sun really make this day like a hell for them both who try to be patient until they arrived to Clara’s house.
click utk lihat lebih lanjut...

Monday, December 28, 2009

Sweet Seventeen >.<

Tgl 26 Desember... Adakah yg istimewa dari tanggal tersebut? Bagi sebagian orang mungkin tidak ada yg istimewa. Bagi sebagian orang mungkin hari itu memperingati hari musibah yg menggemparkan sedunia, musibah tsunami di Aceh.

Tapi, sebenarx pd tanggal 26 tersebut ada seseorang yg sedang tersenyum bahagia. Yaitu SAYA!! Karena pada hari itu saya sedang merayakan hari jadi saya yg ke 17. Atau lebih dikenal dengan istilah 'sweet seventeen'. Hahaha... Tidak saya pungkiri betapa bahagianya saya karena akhirnya mencapai umur 17 yang menurut orang adalah masa-masa terindah dalam kehidupan!! Dan akhirnya, kehadiran saya akan di akui oleh bapak presiden kita karena saya ingin membuat KTP sesegera mungkin.

Memang sejujurnya tidak ada yang istimewa dari hari ulang tahun saya tersebut. Saya sendiri tidak mengadakan sebuah pesta untuk merayakan hari tersebut. Dan tidak ada pula acara makan-makan bersama teman-teman.Saya hanya berkumpul dengan saudara-saudra saya dan tujuan dari acara kumpul-kumpul tersebut pun tidak berhubungan dengan acara ulang tahun saya. Tapi, karena kami semua hendak 'nyekar' ke makam nenek saya.

click utk lihat lebih lanjut...

Friday, December 4, 2009

Saya dan Waktu

Dua minggu lagi saya akan menghadapi uas. Waktu benar-benar telah berjalan dengan cepat. Padahal rasanya baru saja saya menyelesaikan uts, tapi ternyata uas sudah di depan mata. Dan hal ini menandakan bahwa sudah hampir setengah tahun saya menyandang gelar anak kelas XI. Setengah tahun lagi saya akan menjadi anak kelas XII. Dan hanya perlu menghitung waktu hingga saya harus meninggalkan bangku sekolah dan beralih menjadi seorang mahasiswi yang tidak memiliki sekolah tetapi memiliki kampus.
Saya merasa bingung dengan semua ini. Di sisi lain, saya merasa bahagia. Saya ingin cepat-cepat melepas seragam dan beralih menjadi seorang mahasiswi. Seseorang yang lebih dewasa dan dapat mengatur dirinya sendiri. Tapi di sisi lain, saya merasa takut!! Saya bukan lagi seorang anak-anak yang dapat tertawa lepas karena melihat lelucon konyol yang sebenarnya tak lucu. Mau tak mau saya harus menjadi seseorang dengan tanggung jawab yang lebih besar. Menjadi seseorang yang harus selalu bisa mempertanggungjawabkan semua kelakuannya.
Sebenarnya, selalu ada keinginan dalam hati saya untuk selalu menjadi seorang anak-anak. Rasanya lebih mudah ketika kita menjadi anak-anak. Tapi, waktu akan terus berjalan dan tak akan mengabulkan keinginan saya. Ini adalah takdir yang tak dapat dirubah dan harus dijalani. Dan saya akan tetap menjalani kehidupan ini dengan bahagia. Karena itulah cara terbaik untuk mengatasi ketakutan saya akan kehidupan.
ALWAYS KEEP SMILE. :)
click utk lihat lebih lanjut...

Malam

Malam kian menjelang. Bintang semakin bertaburan dan memainkan sinarnya dengan riang. Sedangkan bulan..?? Dengan sinar tentramnya menyenandungkan lagu pengantar tidur hingga semua orang terlelap karenanya. Dan angin malam sedang bermain dengan dedaunan. Memberi suara kicau burung pada mimpi setiap orang. Malam begitu indah dan akan selalu indah. Terutama ketika kau kecup keningku dan dengan senyum lembutmu kau ucapkan, "Selamat malam."
click utk lihat lebih lanjut...