Saturday, November 28, 2009

Akulah Secarik Kertas

Aku hanyalah secarik kertas putih yg selalu berharap sang pena menorehkan tintanya padaku. Meski aku tak tahu apa yang akan pena itu tuliskan pada tubuhku. Apakah itu akan sesuai dengan pengorbananku yang menahan perih ketika ia menyayat tubuhku..?? Atau justru ia hanya akan mencaciku..??
Aku tidak tahu... Bukan karena aku tidak mencari tahu. Bukan pula karena aq hanya kertas manja yang menanti pemiliknya datang bersama penanya. Tapi karena dalam hidup ini aku menemukan banyak pertanyaan dengan sedikit jawaban.
click utk lihat lebih lanjut...

Thursday, October 15, 2009

Pada Jumat Siang yang Cerah

Pada Jumat siang ini, saya sedang berdiam diri di kantor ayah saya yang kebetulan seorang dosen karena beliau sedang bersiap untuk melaksanakan shalat jumat. Saya sendirian di sini. Hanya terdengar deru kendaraan dan beberapa mahasiswa yang kadang-kadang berbincang. Oh ya... Laptop yang sedang saya pakai pun menderu mengeluarkan suara karena sedang mengipasi dirinya sendiri. Mungkin dia kepanasan berdiam diri di ruangan ini. hahahahahaha
Sebenarnya tujuan saya berdiam diri seperti ini yaitu hendak segera meluncur ke kota Bandung bersama kedua orang tua saya untuk bertemu dengan saudara jauh yang sudah lama tidak bertemu.
Oh ya... Hari ini ujian di sekolah saya sudah selesai dilaksanakan. Dan dessert dari uts kali ini adalah bahasa arab. Tidak! Saya tidak terlalu menguasai bahasa arab!! Apa boleh buat, akhirnya tadi saya mengisi lembar jawaban sekedarnya karena tidak bisa mentranslate pertanyaan bahasa arab tersebur menjadi bahasa indonesia. hahaha...
Namun saya tetap bersyukur karena ujian kali ini tidak terlalu memberatkan dan bisa saya hadapi tanpa perlu meminta contekan kepada teman-teman saya. Itu berarti ujian saya kali ini murni hasil karya saya sendiri!! ^^ ( Bukan berarti ujian saya sebelum-sebelum ini merupakan buah karya orang lain lho... ^^ )
Saya sudah berikhtiar dan berusaha. Sekarang tinggal tawakal dan menunggu hasilnya. Do'akan saya agar hasil ujian saya tidak mengecewakan!!
click utk lihat lebih lanjut...

Tubuhku dan Katamu

Kau menorehkan kata pada tubuhku. Beribu-ribu bahkan berjuta-juta kata yang telah kau ukir pada tubuhku. Kau memperlakukan tubuhku selayaknya kertas.
Tapi tak mengapa. Karena aku tak ubahnya seperti kertas yang selalu menunggu seseorang menorehkan kata pada tubuhnya. Dan kau lah yang selama ini selalu menorehkan kata itu.
Meski sakit atas setiap kata yang kau torehkan pada tubuhku. Tapi aku tak pernah memikirkannya. Bagiku, kata-kata yang kau torehkan pada tubuhku, kata-kata tak bersuara yang kau berikan, kata-kata kosong yang tak pernah hampa, selalu lebih indah daripada kecupmu pada pipiku. Lebih indah daripada suaramu yang merdu namun terkadang menghempaskanku dalam lubang yang kelam. Lebih indah daripada janji yang pernah kau ucapkan untuk selalu menggenggam tanganku.
click utk lihat lebih lanjut...

Tubhku Adalah Kata

Tubuhku telah terjatuh dalam lautan kata. Jatuh begitu dalam dan tak dapat kutarik kembali. Tapi tak mengapa. Karena kadang bibirku membeku dan tak dapat mengeluarkan kata. Pada saat itulah tubuhku yang menggantikannya.
Tubuhku terjatuh dalam lautan kata. Lautan kata yang begitu luas dan tak bertepi. Tunggu... Ini bukan lautan kata. Ini adalah samudra kata. Ya... Karena tubuhku terkadang adalah pemain kata yang begitu lihai. Seperti pemain scrabble, ia tak pernah kehabisan kata. Karena terkadang ada kata yang tak dapat terungkap dengan bibirku.
click utk lihat lebih lanjut...